Sabtu, 04 April 2015

MELELEHNYA LAPISAN ES ABADI MELEPASKAN JUTAAN TON KARBON

Pesisir Arktik Siberia yang sudah membeku selama puluhan ribu tahun kini melepaskan simpanan karbon ke udara. Penyebabnya adalah meningkatnya suhu dunia yang membuat pesisir tersebut meleleh. Demikian kesimpulan dari penelitian yang diterbitkan Rabu (30/8).

Karbon, sumber memanasnya Bumi, sudah terperangkap di sepanjang 7000 km pesisir timur laut Siberia sejak Zaman Es terakhir. Namun memanasnya atmosfer serta erosi pesisir mengoyak lapisan es dan melepaskan sekitar 40 juta ton karbon per tahun ke udara. Angka ini lebih tinggi 10 kali lipat dari yang sebelumnya diperkirakan, menurut penelitian di jurnal “Nature”.

Sekitar dua pertiga karbon tersebut lepas ke atmosfer sebagai karbondioksida dan sisanya terperangkap di sedimen lautan bagian atas.

Sekitar setengah total jumlah karbon dunia yang terperangkap dalam tanah tertahan di kawasan Arktik. Sementara, menurut penelitian yang dipimpin ole peneliti di Stockholm University, kawasan ini kini sedang mengalami penghangatan iklim dalam skala dua kali lipat lebih cepat dari rata-rata dunia.

Awal pekan ini, ilmuwan AS sudah mengatakan bahwa es laut di Samudra Arktik sudah meleleh sampai ke jumlah paling sedikit.

Kawasan yang diteliti di studi “Nature”, bernama Yedoma, berukuran dua kali Swedia namun sangat jarang diteliti karena saking sulitnya dijangkau.

Temuan ini menyoroti lingkaran setan dari isu perubahan iklim.

Penghangatan suhu bumi yang disebabkan oleh manusia dari pembakaran bahan bakar fosil kemudian melepas stok karbondioksida yang sudah tersimpan di lapisan es abadi sejak Zaman Es terakhir atau Pleistosen. Gas yang dilepas ke udara kemudian menambah dahsyat efek pemanasan global, sehingga menyebabkan lebih banyak karbon yang lepas ke udara, dan begitu terus selanjutnya.

“Kolaps dan erosi pesisir Pleistosen serta deposit dasar laut bisa mempercepat dampak menghangatnya iklim di Arktik,” penelitian tersebut mengingatkan.

Kebocoran atmosfer di Yedoma jumlahnya sama dengan emisi tahunan lima juta mobil, dengan rata-rata buangan karbon lima ton per tahun dari kendaraan di Amerika Serikat.

Dalam studi terpisah yang juga muncul di Nature, peneliti di Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat menggunakan model komputer untuk menghitung kemungkinan adanya 4 ton gas metana yang tersimpan di bawah lapisan es Antartika.

Gas metana menyimpan panas matahari 25 kali lebih banyak dari karbondioksida.

Sebelum beku, kawasan tersebut penuh dengan sisa jasad organik yang terperangkap dalam sedimen yang kemudian tertutup es.

Para peneliti ini menyatakan, “Model komputer kami menunjukkan bahwa dalam jutaan tahun, mikroba mungkin mengubah karbon menjadi gas metana,” sehingga kemudian bisa mempercepat menghangatnya iklim jika lapisan es ini mencair.

Hancurnya lapisan es di Antartika dianggap sebagai skenario terburuk oleh para ahli iklim. Beberapa penelitian bahkan menyebut bahwa lapisan es ini malah semakin tebal karena adanya kenaikan hujan salju secara lokal.

Penanaman Lahan Konservasi Bali

MENANAM POHON UNTUK MENYELAMATKAN BUMI
 Gerakan Amankan Bumi Minggu,10 November 2013 adalah hari dimana para Green Warrior Foundation Bali bekerja sama dengan PT.Global Media Nusantara dan PT.Global Agro Bisnis melaksanakan penanaman di lahan konservasi di Sanur-Bali . 10.000 bibit pohon Mangrove disumbangkan oleh Green Warrior,  dimana 5000 bibit pohon Mangrove ditanam di Pantai Mertasari Desa Sanur Denpasar Bali dan 5000 lagi diserahkan kepada kontraktor lingkungan hidup di Bali untuk di tanamkan di beberapa area lainnya. Acara tersebut adalah sebuah upaya para Green Warrior untuk ikut serta dalam upaya menyelamatkan bumi dan ikut mensukseskan program pemerintah yaitu “menanam satu milyar pohon untuk penghijauan”.

Acara ceremony tersebut dimulai pukul 08.00 WITA dan di hadiri oleh Seluruh Green warrior Bali, Green Warrior Malang, Green Warrior Yogyakarta, Green Warrior Bandung dan Green Warrior Jabodetabek, serta di hadiri dan didukung langsung dari Pemerintahan Provinsi Bali Seperti Bpk.Walikota Denpasar  yang di wakilkan oleh Kepala Balai Lingkungan Hidup, Bpk.A.A.Bagus Sudarsana dan juga dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Komisi IV yaitu Bpk.A.A.Bagus Jelantik Sanjaya,MBA yang membidangi sector pertanian,kehutanan,peternakan,perikanan dan kelautan,serta Bulog.
Acara dibuka dengan sambutan langsung dari Direktur Utama PT.Global Media Nusantara yang juga berperan sebagai Komisaris dari PT Global Agro Bisnis yaitu Bpk.H.Wira Pradana,ST
Dalam sambutannya Bpk.H.Wira Pradana memberikan penjelasan mengenai program Green Warrior dan mengajak serta menghimbau supaya seluruh masyarakat Indonesia ikut serta dalam penghijauan demi kelangsungan hidup orang banyak,karena dengan menanam pohon akan membantu segala aspek baik dari segi sosial,ekonomi ,ekologi lingkungan dan juga segi spiritual. PT.GMN dan seluruh Green Warrior Indonesia akan terus menyumbang dan menanam pohon dilahan-lahan konservasi di seluruh Indonesia.
Sambutan kedua di berikan oleh Bpk. Bpk.A.A.Bagus Sudarsana dari Kepala Balai Lingkungan Hidup mewakili Walikota Denpasar. Dalam Pidato dan sambutannya beliau sangat mengapresiasi dan mendukung program dari PT.GMN dan semua Green Warrior diseluruh Indonesia dalam melaksanakan penanaman  dan penghijauan karena seiring dengan program pemerintah. Beliau pun mengucapkan banyak terimakasih karena PT.GMN mau ikut melestarikan Provinsi Bali dan ikut melestarikan Mangrove di bali.

Sambutan Terakhir disampaikan oleh Bpk.A.A.Bagus Jelantik Sanjaya,MBA selaku Anggota DPR RI Komisi IV. Dalam sambutannya beliau pun ikut mendukung dan mengapresiasi program Green Warrior Foundation serta meminta supaya kita tidak berhenti untuk terus melaksanakan penghijauan. Setelah acara ceremony dan sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi penanaman pohon Mangrove yang langsung di tanamkan oleh Dirut PT.GMN beserta para Green Warrior dan didampingi langsung oleh Dinas-dinas pemerintahan Provinsi Bali. Semoga niat baik akan terus berkelanjutan demi kembali hijaunya negara kita tercinta, negara Indonesia. Salam Green Warrior Indonesia !!